Senin, 05 Maret 2012

Seminar Aku Masuk ITB



Minggu, 04 Maret 2012 di Aula Barat Institut Tekhnologi Bandung ada acara seminar "Aku Masuk ITB" yang di selenggarakan oleh Mahasiswa ITB.


Acara Seminar itu dimulai dari jam 09.00 a.m s.d 01.00 p.m
Sebelum masuk ke ruangan kami diharuskan mendaftar. Setelah itu kami memasuki ruangan dan mendengarkan para pembicara menyampaikan materi.
Pertama-tama para peserta mendengarkan sambutan dari Presiden Mahasiswa ITB yaitu Tizar Bijaksana.

  • sesi pertama adalah sesi penerimaan Mahasiswa Baru ITB


Pemateri   : Dr. Eng. Yuli Setyo Indartono (Dosen FTMD-ITB)
Moderator : Mukti Widodo (Mahasiswa ITB)



ITB menerima Mahasiswa barunya 100% melalui SNMPTN yaitu 60%  melalui SNMPTN undangan dan 40% melalui SNMPTN tulis.


Perguruan Tinggi Negeri menerima Mahasiswa barunya melalui Seleksi Nasional yang berpresentase minimal 60% yang terdiri dari SNMPTN Tulis dan Undangan. Selain melalui Seleksi Nasional Perguruan Tinggi Negeri menerima Mahasiswa barunya Melalui Ujian Mandiri yang berpresentase maksimal 40%.  Perguruan Tinggi Negeri yang masih mengadakan Ujian Mandiri adalah diantaranya : Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran,dll. USM ITB dan UM-UGM sudah tidak ada lagi.


Dalam SNMPTN undangan ada persyaratan tertentu diantaranya adalah nilai dan peringkat siswa harus konsisten dari semester 3,4, dan 5 di mata pelajaran yang di UNkan. Siswa pindahan dari sekolah lain kemungkinan tidak mendapatkan kesempatan untuk mengikuti SNMPTN undangan dikarenakan sulitnya membandingkan posisi si anak tersebut di sekolah barunya dengan sekolah lamanya.


Dalam SNMPTN Tulis terdapat nilai mati, yaitu tidak boleh ada Mata Pelajaran yang diabaikan.


Bila Bidik Misi gagal di Undangan makan PIN Bidik Misi masih bisa digunakan di SNMPTN Tulis. Bila memilih Bidik Misi harus mengisi data tersebut sesuai dengan kenyataan tidak boleh ada rekayasa, karena bila terjadi reayasa maka kelulusan siswa tersebut dibatalkan (tidak lulus). 


TPB di ITB adalah ajang dimana mahasiswa berlomba untuk masuk ke Program Studi Pilihannya. Apabila ada calon Mahasiswa yang berminat masuk Astronomi, Oseanografi, Meteorologi, Rekayasa Kehutanan, dan Rekayasa Pertanian bisa langsung memasuki Program Studi tersebut dengan mengisi formulir yang ada di www.usm.itb.ac.id
Di ITB juga terdapat permohonan peringanan biaya masuk (BPPM) bagi Mahasiswa baru. yaitu dengan cara mengajukan formulir BPPM yang terdapat di www.usm.itb.ac.id. Formulir BPPM akan di verifikasi setelah siswa tersebut dinyatakan lulus di ITB. Lalu saat pendaftaran ulang maka formulir BPPM akan di lihat oleh ITB dan di pertimbangkan.



  • Sesi kedua adalah sesi tentang Beasiswa dan Penerima Beasiswa



Pemateri   : Dr.Eng. Sandro Mihardi (dosen FTD-ITB)
                     Darmadi ( peraih beasiswa / Mahasiswa ITB)
Moderator : Irfan (Mahasiswa ITB)


Di ITB banyak sekali beasiswa. beasiswa pada tahun 2011 mencapai 8.441 sedangkan jumlah Mahasiswa ITB berjumlah 5616 orang. Jumlah beasiswa lebih banyak dibandingkan dengan jumlah Mahasiswanya. Beasiswa tahun 2011 mencapai Rp 117 Miliar.


Beasiswa di ITB terdiri atas :
  • Beasiswa Penuh
  • Beasiswa BPPM
  • Beasiswa BPPS
  • Beasiswa Ekonomi
  • Beasiswa Prestasi
Bahkan ada Voucher makan di Kantin ITB yaitu seharga Rp 30.000,00/minggu (5 hari)

Darmadi adalah seorang Mahasiswa peraih beasiswa dan salah satu Mahasiswa terbaik ITB. Saat SMA dia bisa sekolah karena dibiayai oleh orang lain, sehingga ia ingin menunjukan kepada orang tersebut bahwa dia tidak sia-sia menyekolahkan Darmadi. Ia masuk ITB dengan bermodalkan nekat. Dia masuk ITB melalui beasiswa Bidik Misi. Sejak menjadi Mahasiswa ITB dia sangat berprestasi, ia pernah berkeliling dunia untuk mengikuti kompetisi.

  • Sesi ketiga yaitu Talkshow dengan mantan Vice President CityBank


Pembicara  : Houtman Zainal Arifin (Vice President CityBank)
Moderator   : Tito (Mahasiswa ITB)



Bapak Houtman Zainal Arifin adalah seorang Vice President CityBank. sebelum ia menjabat Vice President ia pernah menjadi seorang office boy.  Kehidupannya sungguh malang, ia pernah memakan gandum yang digunakan untuk pakan kuda. Pada saat kerja menjadi OB, ia tidak bisa bebahasa inggris sedangkan suasana di kantornya itu berbahasa inggris. Satu kata yang menyelamatkannya pada saat ditanya oleh orang dengan menggunakan bahasa Inggris adalah " I don't Understand" . tapi lama-kelamaan ia mengatakan dalam hatinya " I do really understand". Kita sebagai Generasi Emas Bangsa kita harus bisa membuat negara ini menjadi negara terbaik dan terhormat di Dunia seperti dahulu. Indonesia kaya akan kekayaan alam, tapi mengapa kekayaan alam tersebut tidak bisa membuat negara ini maju. Hal ini dikarenakan masyarakat Indonesia sudah berubah dari jati dirinya. 
17.5% bayi terlahir di Indonesia adalah "Genius". kita butuh pemimpin yang cakap dan bijaksana dalam memimpin negeri ini. Soekarno adalah pemimpin terbaik negeri ini pada masa itu. Ia mampu di hormati oleh para pejabat dunia. Dia berani tampil berbeda dengan lainnya. Kita butuh pemimpin seperti Soekarno saat ini. Di sini ( ITB) soekarno pernah bersekolah. Semoga tercipta Soekarno-Soekarno yang lainnya.


"hidup adalah perjalanan bukan tujuan"
"Hidup bukan yang kuat dan pintar yang mampu bertahan, melainkan yang mampu merubah"
"kegagalan memperindah kehidupan" 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar